Ijazah Ditahan 9 Tahun, Warga Pesisir Bontang Diminta Bayar Rp.4 Juta Tunai

waktu baca 2 menit
Sabtu, 21 Jun 2025 02:30 146 Foku120

Bontang, fokusberitakaltim.com – Namanya tidak ingin disebut. Tapi ceritanya mewakili banyak orang. Ia berasal dari wilayah pesisir Kota Bontang. Ijazah SMA-nya ditahan sejak 2016. Sudah sembilan tahun.

Ia sudah berulang kali kembali ke sekolahnya. Bukan untuk meminta belas kasihan. Tapi untuk meminta agar ijazahnya bisa diambil. Bisa dicicil, katanya. Tapi jawabannya selalu sama: harus lunas. Harus bayar Rp4 juta secara tunai.

“Saya sudah coba minta keringanan, tapi mereka tidak mau. Harus cash,” keluhnya kepada Pranala.co, Jumat (20/6/2025).

Ijazah itu satu-satunya pintu. Tanpa itu, ia kesulitan mencari kerja. Sembilan tahun terkatung-katung. Sembilan tahun nasibnya seperti digantung—oleh selembar kertas yang seharusnya sudah jadi haknya sejak lama.

Kasus ini bukan satu-satunya. Di Bontang, praktik penahanan ijazah masih sering terjadi. Terutama di sekolah-sekolah swasta. Terutama pada siswa-siswi dari keluarga kurang mampu.

Pihak sekolah punya alasan: tunggakan. Tapi siswa punya kenyataan: kemiskinan.

“Tidak manusiawi. Sudah tidak sekolah, ijazah pun tidak bisa dibawa,” ucap salah satu warga yang juga mengalami hal serupa.

Disdikbud Bontang Turun Tangan

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, langsung bereaksi. Ia menyebut, tidak boleh ada penahanan ijazah, dengan alasan apapun.

“Ijazah itu hak anak. Masalah utang sekolah bisa diselesaikan dengan cara lain,” katanya tegas.

Saparuddin juga berjanji, Disdikbud Bontang akan segera menelusuri kasus ini. Sekolah yang dimaksud berada di wilayah Tanjung Laut. Ia telah menginstruksikan Kepala Bidang terkait untuk menghubungi langsung pihak sekolah atau yayasan.

Menurut Saparuddin, sekolah seharusnya menggunakan pendekatan yang lebih manusiawi. Pendidikan bukan semata soal bisnis. Tapi soal tanggung jawab sosial.

“Ini menyangkut masa depan seseorang. Jangan sampai karena tunggakan, hidup mereka terhenti,” pungkasnya.

Penulis Hn Gea

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA